Selasa, 15 November 2011

masih bersambung guys ...

“Lagu ini saya persembahkan untuk seorang gadis yang memakai baju batik pelayan, memakai jilbab hitam dan sepatu hitam berpita putih, saya tidak tahu siapa namanya, tapi dia begitu mempesona....

... I’ve got the best thing in the world
Coz’ I got you in my heart
And this screw little world
Let’s hold hand together
We can share forever
Maybe someday the sky will be coloured with our love
I wake up in the morning
Feeling emptyness in my heart
This pain is just too real
I dream about you, with someone else
Please say that you love me
That we’ll never be apart
You have to promise
That you will be faithfull
And there will be lots and lots of love
It is the thing that really matters in this world…


Seseorang menyenggol lenganku dan mengedipkan mata, “Lihat tuh, belum apa-apa uda punya secret admirer disini. Cieeee....”, goda Nina, temanku yang mengajakku ikut acara catring malam ini.
“Ih... apaan sih, orang gak kenal juga. Belum tentu juga kan kalo itu aku. Wuuuu...”, jawabku.
Aku sadar, saat itu wajahku sudah merah padam. Dan yang terbersit dikepalaku hanya waktu untuk pulang, dan kapan acara ini selesai sehingga aku bisa cepat-cepat menghilang dari ruangan ini.
Orang itu, bertemu dengannya pun aku baru sekarang, tapi kenapa dia seperti sangat mengenalku. Dari caranya menatapku saat menyanyikan lagu yang dipersembahkannya untukku itupun sangat berbeda. Seperti aku mengenalnya.
“POOOOKKK!!!!! Mau ngelamun terus nih? Siapa tuh? Pacarmu ya?”, tanya mas-mas yang juga bagian pelayanan. Aku lemes, dan hanya menggeleng padanya sambil berjalan menjauh darinya.
Tiba-tiba saja aku tersadar bahwa semua orang di ruangan itu sedang memperhatikanku. Astagaaaaaaaaaaaa.........!


“Hey.”
Sapa sebuah suara di belakangku saat aku baru saja menuruni tangga hendak menuju parkiran. Acara sudah selesai.
“Kamu?”. Seseorang itu hanya tersenyum padaku.
“Lama banget sih, yuk pulang!”, tiba-tiba saja dia menggandeng tanganku dan membawaku ke arah parkiran. Semua mata teman-teman rekan kerjaku menatap ke arah kami.
“Hey! Apa sih?! Lepasin!”
Seperti orang budek, dia terus saja berjalan sambil menggandeng tanganku. Seolah-olah tak perduli dengan yang terjadi di sekitarnya. Astagaaaa! Sebenernya ini orang siapa sih?!

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar